Minggu, 06 Maret 2011

Cerita Larry

Saya menulis lagi
Dan saya berharap cerita saya yang satu in bisa menginspirasi kalian yang sedang lelah

Saya pernah mengalami masalah keuangan dalam membayar kuliah saya. Singkat cerita saya lelah menghadapi masalah yang berulang-ulang terjadi kepada saya. Teman- teman kuliah saya pun bingung mau memberi saran seperti apa. Karena itu, ketika saya bercerita dengan teman-teman baik saya, saya tidak mengharapkan saran apapun dari mereka, karena tidak setiap orang pernah ada diposisi saya jadi wajar kalau mereka tidak punya apapun untuk disarankan. Saya hanya mengharapkan mereka untuk bisa mendengar dan menjaga permasalahan itu untuk tidak menjadi masalah baru.

Sampai pada akhirnya seorang teman baik saya,Larry. Yang pernah mengisi hari - hari saya disaat kelabu karena seorang bocah lelaki bernama Jaden. Larry belum bertahun-tahun berteman dengan saya, kita juga sangat jarang bertemu, kami hanya bertemu di situs chat. Dan disana tempat saya bercerita dan begitu juga dengan dia.


Larry anak yang berbakat, berkemauan kuat, dan saya percaya dengan kemauannya yang besar serta bakatnya, Larry akan menjadi seorang yang besar nantinya. Larry bukan anak calon sarjana,seperti saya dan teman-temannya yang kuliah. Larry hanya berkerja sebagai seniman gambar, mural namanya. Namun karena usahanya dia juga bisa mendapatkan perkerjaan lain, yang menurut saya itu perkerjaan yang menyenangkan.
Ketika saya bercerita tentang kuliah saya, saya lelah. Dia memang tidak memberikan banyak saran, namun dia bertanya
"Lu tau kenapa gue gak kuliah?"
"Gue bner - bner pengen kuliah. Gue usaha masuk universitas negri supaya murah tapi otak gue gak sampe, sampe akhirnya gue diterima di universitas swasta dan biaya masuknya 21 juta. Untuk keluarga gue itu bukan uang yang sedikit, akhirnya bokap gue mau gue masuk universitas lain di jurusan akuntansi dimana gue gak suka jurusan itu. Gue berantem sama bokap gue. Dan sejak itu sampe sekarang gue gak pernah ngobrol sama bokap gue. Gue minder gak kuliah, di 2tahun pertama rasanya gue udah pengen mati aja. Direndahin sama orang, ngeliat temen-temen gue kuliah,tapi gue enggak. Dan nyokap mantan gue bilang kalo anaknya harus nikah dengan sarjana. Tapi gue udah mulai bisa nerima semua itu, karena gue yakin gak perlu jadi sarjana untuk jadi orang sukses dan terpandang"

Cerita Larry bukan menyarankan saya untuk berhenti kuliah, tidak jadi sarjana namun bisa tetap sukses. Yang saya dapat dari Larry memang tidak banyak, tapi sangat berarti untuk saya. Terimalah setiap kondisi yang ada, karena untuk bisa melanjutkan semester demi semester sudah cukup baik, daripada tidak sama sekali. Karena ketika saya mendengar Larry, saya merasa beruntung. Saya berhenti membandingkan diri saya dengan orang lain yang lebih mudah mengluarkan big penny untuk hal kecil, karena itu hanya membuat saya merasa tambah kecil di dunia ini. Tapi dengan cerita Larry, saya merasa luar biasa.
Tuhan anda tidak ingin yang jelek untuk anda, namun dia hanya mengatur jalan yang terbaik untuk anda, dan membuat anda melihat kalau Dia begitu baik.
Terima kasih untuk Papa,Mama, adik, teman, academic adivisor saya yang banyak membantu saya dan untuk Larry, yang memotivasi saya.


Yesaya 55 : 8 " Karena rancangan-Ku bukanlah rancanganmu, dan jalanmu bukanlah jalan-Ku"

1 komentar: