Senin, 28 Maret 2011

Saya dan mimpi sepasang sayap besi

Mimpi sepasang sayap besi buat gue adalah mimpi yang jauh tapi dekat

Kenapa jauh??
I gotta deal with my study which i can't hold for 2 years off
meaning, if the contract sign for 2 years maybe it will be just a star that will not falling into your feet.
Second reason,
my body is not that slim for stewardess rate, which i have to lose my weight about 5 to 8 kilograms in a month. It's seems hard for me as eatlover
Third reason,
Ini alasan sedikit bodoh, tapi trully annoying. Dari resume yang gak lengkap, c.v yang kurang memberikan cukup informasi. Tiap kali mau isi application letter, ada aja gangguannya. Klo aja mimpi ini gak cukup kuat menghama di pikiran gue, mungkin gue udah tinggalin application letter itu.
The last but not the least,
I have no experience as stewardess before. Moreover, i'm not applying for the local airlines, but international airlines which is harder to reach,maybe.
Kalo bukan si mama yang dengan kuat mendukung gue, gue udah lupain mimpi sepasang sayap besi ini.

Kenapa dekat??
Keyakinan gue yang bikin gue ngerasa gue mampu, gue bisa. Dan gue gak sejauh gue kira, i mean masih ada harapan kalo gue usaha.
Usaha losing weight from now, belajar 3rd language with my korean friend which help me so much.

Seorang american stranger pernah bilang sama gue,
"There's nothing impossible, as long as you believe that you can make it"

Dan gue rasa itu mungkin.
Gak ada yang gak mungkin
Termasuk mimpi sepasang sayap besi

Minggu, 20 Maret 2011

Phases of Love

At first this is just an old draft that i couldn't find the ending.
Maybe because i'm not in the end of the phase.
But, now i have a great ending of this writing.

For some people love is like a phase, and that's what i think and what i feel.
The 1st phase, when you had crush on someone. If you're lucky, they had a crush on you too because of the attention or flirt that you gave or the simple flirtatious stare at them and they realize it.
Still in the 1st phase, they'll reply the attention and the flirt that you gave.

The 2nd phase, You'll have a relationship with them, either long or short. This is the moment of up and down, and the one that you'll have some experience which you'll never get on any magazine or scientist books about LOVE and others.

The 3rd phase, once you'll have a terrible broken heart, big disappointment,self breakdown or maybe more terrible than that. You'll feel sick of those romantic sh*t, and prefer not to having a serious relationship or just any relationship for a while.

The 4th phase, you'll fine a love than you're not actually expecting it, but it really come to you when you don't have any idea to find it. But you just find it, feel very great with it.
And there you go, you have a new relationship
.

This is maybe not the end of the phase.
Because until now, i am in the 4th phase. It can be back to the 3rd phase, but it can be still in the 4th phase 'till the end.

This simple english writing is dedicated to my boyfriend.
I know people maybe thought that "this girl is totaly insane with her Freakin' romantic sh*t!" but maybe i am.
Because those people that said it, will be insane too just like me.
If i'm not so into him until now, i won't finish this "Phase of Love"
I know that i am not Ms. Knows Everything, but i know a little and i just wanna share it you. That's all.

Minggu, 06 Maret 2011

Cerita Larry

Saya menulis lagi
Dan saya berharap cerita saya yang satu in bisa menginspirasi kalian yang sedang lelah

Saya pernah mengalami masalah keuangan dalam membayar kuliah saya. Singkat cerita saya lelah menghadapi masalah yang berulang-ulang terjadi kepada saya. Teman- teman kuliah saya pun bingung mau memberi saran seperti apa. Karena itu, ketika saya bercerita dengan teman-teman baik saya, saya tidak mengharapkan saran apapun dari mereka, karena tidak setiap orang pernah ada diposisi saya jadi wajar kalau mereka tidak punya apapun untuk disarankan. Saya hanya mengharapkan mereka untuk bisa mendengar dan menjaga permasalahan itu untuk tidak menjadi masalah baru.

Sampai pada akhirnya seorang teman baik saya,Larry. Yang pernah mengisi hari - hari saya disaat kelabu karena seorang bocah lelaki bernama Jaden. Larry belum bertahun-tahun berteman dengan saya, kita juga sangat jarang bertemu, kami hanya bertemu di situs chat. Dan disana tempat saya bercerita dan begitu juga dengan dia.


Larry anak yang berbakat, berkemauan kuat, dan saya percaya dengan kemauannya yang besar serta bakatnya, Larry akan menjadi seorang yang besar nantinya. Larry bukan anak calon sarjana,seperti saya dan teman-temannya yang kuliah. Larry hanya berkerja sebagai seniman gambar, mural namanya. Namun karena usahanya dia juga bisa mendapatkan perkerjaan lain, yang menurut saya itu perkerjaan yang menyenangkan.
Ketika saya bercerita tentang kuliah saya, saya lelah. Dia memang tidak memberikan banyak saran, namun dia bertanya
"Lu tau kenapa gue gak kuliah?"
"Gue bner - bner pengen kuliah. Gue usaha masuk universitas negri supaya murah tapi otak gue gak sampe, sampe akhirnya gue diterima di universitas swasta dan biaya masuknya 21 juta. Untuk keluarga gue itu bukan uang yang sedikit, akhirnya bokap gue mau gue masuk universitas lain di jurusan akuntansi dimana gue gak suka jurusan itu. Gue berantem sama bokap gue. Dan sejak itu sampe sekarang gue gak pernah ngobrol sama bokap gue. Gue minder gak kuliah, di 2tahun pertama rasanya gue udah pengen mati aja. Direndahin sama orang, ngeliat temen-temen gue kuliah,tapi gue enggak. Dan nyokap mantan gue bilang kalo anaknya harus nikah dengan sarjana. Tapi gue udah mulai bisa nerima semua itu, karena gue yakin gak perlu jadi sarjana untuk jadi orang sukses dan terpandang"

Cerita Larry bukan menyarankan saya untuk berhenti kuliah, tidak jadi sarjana namun bisa tetap sukses. Yang saya dapat dari Larry memang tidak banyak, tapi sangat berarti untuk saya. Terimalah setiap kondisi yang ada, karena untuk bisa melanjutkan semester demi semester sudah cukup baik, daripada tidak sama sekali. Karena ketika saya mendengar Larry, saya merasa beruntung. Saya berhenti membandingkan diri saya dengan orang lain yang lebih mudah mengluarkan big penny untuk hal kecil, karena itu hanya membuat saya merasa tambah kecil di dunia ini. Tapi dengan cerita Larry, saya merasa luar biasa.
Tuhan anda tidak ingin yang jelek untuk anda, namun dia hanya mengatur jalan yang terbaik untuk anda, dan membuat anda melihat kalau Dia begitu baik.
Terima kasih untuk Papa,Mama, adik, teman, academic adivisor saya yang banyak membantu saya dan untuk Larry, yang memotivasi saya.


Yesaya 55 : 8 " Karena rancangan-Ku bukanlah rancanganmu, dan jalanmu bukanlah jalan-Ku"