Kamis, 29 Juli 2010

Orangtua dan "kebiasaannya"

Mungkin ini cuma tulisan tentang apa yang gue liat dan gue rasain. Dan mungkin sebagian kecil atau besar dari kalian juga merasakan hal yang sama.

Ini sebenernya cuma tentang kebawelan orang tua pada umumnya. Gue ngerasa klo makin tua tuh yang makin diomongin banyak, karena udah berpengalaman. Ga cuma dibidang cari duit buat makan keluarga, ngurusin pembantu yang kerjanya gak bener, atau ngurusin jodoh anaknya dari bibit,bebet dan bobotnya. Ga salah sih, baik malah.. tapi kalo kebanyakan yah mumet-pusing juga lah yahh.. luckily, my parents are not that type.. yah sometimes sih..sekalinya bawel juga bukan karena mereka yang bawel tapi ada yang salah.. dan yang paling bikin kesel tuh gara2 my housemaid yang bikin nyokap gue ngomong gak ada titik spasinya, even if she's doing something, like eating. Weeew can u imagine?? Dan mungkin mama kalian juga berbuat yang sama, atau papa kalian??hahaha

Ini ada suatu cerita,
Ada seorang nenek, seperti nenek pada umumnya punya anak dan punya cucu.

Dia punya 3anak perempuan. Yang satu pinter dalam bidang bahasa tapi karena keinginannya, dimasukanlah anaknya di perguruan tinggi sekertaris, bidang yang tidak diminati oleh anaknya.
Jadinya gimana?? anak pertamanya kerja sebagai guru bahasa, kariernya cukup cemerlang dan bisa dipanggil Young Independent Woman. Tapi sayangnya, makin tua, anak itu makin tersiksa karena gelar D3 sekertaris yang dia dapet dengan terpaksa. Kenapa??

Dia menikmati dan menjiwai perkerjaannya sebagai guru, tapi dia gak bisa dapet payment yang layak karena dia tidak bisa mendapatkan perkerjaan yang lebih layak karena ijazahnya yang hanya D3, sekertaris pula... Untungnya, dia melakukan hal yang benar kepada anak- anaknya, dia tidak pernah memaksakan apa yang dia inginkan untuk anaknya, tapi dia membebaskan anaknya untuk memilih apa yang anaknya suka untuk melanjutkan pendidikannya, dan akhirnya anak pertamanya memiliki nilai yang memuaskan dalam kuliahnya.. Anak pertama nenek itu sangat bijak, bukan???

Cerita gak selesai di situ aja..
Anak keduanya sukses, karena emang brilliant.. Gak pernah belajar buat ujian, cuma tidur doang..
Ehh dapet bagus aja ulangannya.. Nice!
Anak ketiganya-anak kesayangan, yahh so so lah... Karier ok, but she's now going abroad to get a better life.

Tentang si nenek yang pengen gue ceritain,
si nenek tinggal serumah sama anak pertamanya,
si nenek ditinggal mati suaminya yang sangat baik, tanpa pesan..
dia cuma tidur and he's gone...(emang yah kalo orang baik matinya enak.. Ga tau deh udah rela ato belom)
Dan mungkin karena saudara-saudaranya yang kaya tapi dianya enggak, dia jadi rada stress.
Apa yang dia mau harus dipenuhin, kalo enggak ngomel-ngomel ampe bikin kuping anak pertama dan kedua panas..
Dia gak bisa dibilangin kayak anak-anak, dan cuma mau denger dari anak ketiga yang lagi diluar negeri, repot kan??
Dan yang bikin kesel dia kadang mengeluh sama saudara-saudaranya serta tetangganya tentang keluarganya yang gak bisa memenuhi kebutuhannya secara materi..duit duit duit
Yang lebih buruknya lagii..
She always be nice to everyone, EXCEPT her own daughters and grandchildren
So, of course people will think that how pity is her..

Hmmm...
Sesuatu yang bisa gue dapet adalah kalo kalian punya orang tua, sayangin mereka
kalo mereka tralu memaksakan kehendak mereka, omongin baik-baik perasaan kalian
karena gak semua orang tua itu hanya mendengarkan orang-orang yang lebih tua dari mereka..
Sebisa mungkin bikin mereka bahagia di hari tua mereka..
Kalo kalian punya uang lebih, gue sarankan bawa mereka jauh-jauh dari kota yang bikin stress kayak jakarta..
Beli villa disertakan field untuk berkebun buat mereka.. Biar mereka bisa tenang di hari tua mereka..

Di anggapan gue, nenek itu stress karena salahnya sendiri, dan karena mindsetnya (money is everything) dan surroundednya juga...

Tapi yang pasti, gue sangat berharap, mama, papa, tante, dan om gue nantinya bisa bahagia dan gak stress di hari tua mereka...
I'll make them happy, before they go or before I go.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar