Kamis, 24 November 2011

The Sicks(6) Souls

I wish I could separated my body and brain into 6 parts.

First one for my academic life, to study, read some good books, which actually i really have to do that.
Second one for my job, I need to concentrate on my job and my 3 students
Third, for the organization that I've join. And I know that I have to be responsible with what i've chose
Forth, for having a boyfriend. For now, having a boyfriend is such an impossible thing to happen. Almost every boy, need more time for me to be with him, care about him, and it such a weight on my back. I need a boyfriend that can support me with not much effort, and deal with my insensitive.
Fifth, for travelling.
Sixth, for be with my self, without anyone's calls, messages, or anything. I just need to be with my self,tv set and dvd.

I don't care if people judge me, so irresponsible or ego or insensitive.
I do much care to lots of people, spent my time, but they're not appriciate it.

I'm sorry for this.
But if, one day, you can't call me, text me, or see me, may be I am in my Fifth or Sixth soul.

Because I am busy and I know it.
Somehow, I need to be disappeared from those crazy things around my head.

Jumat, 04 November 2011

Si Kokom dan teman teman butuh bantuan kalian!!

Did u ever feel like don't even wanna know about what will happen tommorow, what interesting part of tommorow, and what are you going to do tommorow? and you don't feel like wanna seize the day.
I was.
I was in the trouble, that it is hard for to me explain, even to my bestfriends.
And I just told the obvious part.

Di hari-hari yang melelahkan buat gue saat itu, gue akhirnya ikut temen2 kampus buat bakti sosial dia pedongkelan buat ngajar anak2 gak mampu.
Yang gue inget banget namanya Kokom.
Anak perempuan yang tadinya gue pikir laki-laki karena rambutnya yang pendek dan rada petal haha .
Dia baik, gak nakal, and i love her.

Besoknya kita ke taman bacaan di Bekasi, tadinya males banget karena pagi. But then, I really think that i have to go. I would be frustrated kalo di rumah doang.
Sampe sana, kita ngadain lomba untuk merayakan hari Sumpah pemuda.
Disana gue ketemu Ibu dan Bapak- bapak yang merelakan banyak waktunya buat ngurus taman bacaan ini.
Mereka cerita, kalo anak2 ditaman bacaan ini dari kampung yang masih ada sebagian malu untuk masuk ke dalam taman bacaan karena bajunya sobek, kotor. Dan mereka yang di taman bacaan punya semangat luar biasa buat baca buku, main puzzle, mereka bahkan gak punya boneka, tas, pen.
Kadang kalo di bandingin anak murid gue yang mainan sampe kebuang2, di suruh baca susahnya seampun-ampun. Beda banget.
Tapi yang bikin gue surprise mereka selalu semangat! Bahkan sering bapak - ibu taman bacaan ini nemuin anak sendirian di taman bacaan sedangkan yang lain pulang makan, dia gak pulang karena udah 2 hari di rumahnya gak ada makanan.
Mereka yang bikin gue ngerasa selalu bersyukur dan mendorong gue untuk do something for them.

Karena kalo hanya bapak dan ibu tadi, juga temen2 gue tanpa orang lain, seperti kita berjuang 1 melawan 100 orang. And you know that it's impossible.

Karena itu lewat blog ini juga gue menyampainkan ke kalian, mereka anak2 kampung itu masih punya mimpi yang kita bisa bantu buat menjadikan itu nyata.

Kalian di luar negeri, jangan lupa pulang because I believe that Indonesia have really big potential, that have been already wasted and taken by other people. Kalian bisa bantu mereka, buat menyediakan lapangan kerja buat mereka, waktu mereka besar nanti.

Thanks for read my blog =)

Love,
Nedra.




P.S : kalo kalian punya buku anak2, boneka, tas, pensil ato apa aja yang sudah mau dibuang, bisa hubungin gue buat menyampaikan ke mereka.
Bantuan kecil kalian berarti banget buat mereka=)

Kamis, 01 September 2011

About Cameron's Quit From Glee Project



It's such a waste of meat for some people
It's a totally wrong decision, for them
Glee is a really booming tv shows that most of teenagers, even adults like it, I think
I see what the judges think that Cam is a such nice and unique figure
He's good christian, good in morality, good looking and also angelic voice.

At first I'm not really intersted in watching TV show or something like that.
But when I accidently watch Glee Project, it was WOW. And I start to addicted to it.
Basically I like Sam the most. But then when I watched the 7th episode(if I'm not mistaken) I have the one that I really adore beyond all the Youth Stars.
Yes, He is Cameron Mitchell.
Why I like him??
He's a good christian. He still believe in the same God that I believe.
I mean, maybe it's true that most of Non Believers choose to believe in nothing because in not logic. But God is not all about logic. I know to stand beside most of non believers is hard.
Because he is a good christian, he has a strong morality that has been cast away in everybody's mind. He doesn't even dare to kiss any girl in the show, it's like cheating on his girl.He felt guilty when he accidently did it.
It's not real, but still he choose to not do it. And that's why he's quit.

Well,maybe this is stupid just leave the golden chance that everybody wanted and would die for it.
But, He's not. His eyes is not blinded with fame, richness and everything.
He maybe not a star anymore. But, he's the guy that I really adore.
And he's just like a star for me. He's amazing



Senin, 29 Agustus 2011

Being ALONE in the middle of the CROWD


Terinspirasi oleh Blog adik saya : Jasie(jasieblast.blogspot.com)
Dia menulis tentang bagaimana rasa kesepian dan beban seorang diri dari pedagang ketoprak yang setia berada di dekat rumah saya.
Ketika saya membacanya, saya tentu tidak mampu memposisikan diri saya sebagai seorang pedagang ketoprak yang harus "sendirian". Semuanya sendirian.
Jujur, saya paling iba melihat orang makan sendirian, terutama anak kecil dan orang tua.

Dan pada suatu malam, ketika saya pulang kerja, sudah jam delapan hampir setengah sembilan malam waktu itu. Tapi halte Tr*nsjakarta saat itu masih banyak orang.
Ketika bus saya sudah datang, saya duduk persis bersebrangan dengan seorang kakek yang usianya saya yakin lebih tua dari nenek saya.
Dia sepertinya pulang sehabis belanja sayuran, saya ingat sayur caisim hijau yang dibawanya.
Saya sungguh tidak sampai hati melihat matanya.
Saya teringat dengan kakek saya yang sudah tidur tenang.
Tapi saya juga tidak bisa melakukan apa-apa.
Orang yang duduk disebelahnya sepertinya berfikir yang sama dengan saya.
Dimana anaknya? apa dia tidak menikah?

Suatu hari nanti saya berharap orang tua saya tidak akan naik Tr*nsjakarta sendirian malam-malam membawa caisim hijau, tapi pasti selalu ada dari kami bertiga yang bisa mengantarnya.
Dan begitu juga yang saya harapkan ketika saya tua nanti.
Karena saya tidak mau menjadi objek tulisan orang lain karena keibaannya.




Rabu, 24 Agustus 2011

Akibat bengong gak jelas : My mind was disturb by the way you talk

Yepp..
Today was the first day I entered the class on a subject that at general I like it, but not about the academic one.
Subject kelas ini akan gue rahasiakan demi kerahasian lelaki yang sedang gue bicarakan.
Ketika gue masuk ke kelas, gue melihat seorang lelaki yang biasa,banget.
And it's a lil bit shocking when I knew that he's my lecturer for that class.
Gue mencoba mendengarkan dia bicara
Sulit buat gue percaya kalo he's a Professor already
Gaya bicaranya yang peris Azis gagap kalo lagi ngomong bahasa inggris
"The..the..the.. "
"When you..you..you"
"The name..name..name..of"

Memang salah gue sebagai mahasiswa menilai dosennya lewat cara dia bicara.
Tapi apakah salah juga kalo gue butuh good impression dari dia bahwa dia memang seorang expert ??
Di masa dia jelasin ke - complicated-an nya itu
Pikiran gue berjalan-jalan
Jangan-jangan ini yang ngajar supirnya. Mengingatkan gue kepada sebuah cerita

Seorang professor akan mengajar, dia tertidur di dalam mobil, dan si supir pun dilarang untuk membangunkannya. Padahal kelasnya harus segera dimulai
Akhirnya dipakailah jas si professor itu yang di tanggalkannya sebelum dia beristirahat
Karena dia selalu mendengarkan pengajaran si Professor, dia pun bisa menerangkan matakuliah dengan sangat baik.
Sampai pada akhirnya, sang professor datang disaat tanya jawab. Dia duduk di ujung ruangan, dimana biasa si supir duduk saat professor sedang mengajar.
Begitu banyak pertanyaan yang bisa dijawab dengan lancarnya, namun
ada satu pertanya yang sebetulnya mudah dan basic. Namun, karena si supir belum pernah mendengar jawaban itu dari si professor, si supir berkata dari podium
"Wahh pertanyaan itu mudah sekali.. saya yakin supir saya yang duduk di ujung ruangan pasti bisa menjawabnya!"

Hahaha
ini yang terlintas di kepala gue barang beberapa detik..
Dan gue kembali belajar, mencoba mengerti dan terbiasa dengan dosen itu.
And he's a kind lecturer anyway, but maybe you better speak Indonesia, Pak. Saya gak ngerti maksud bapak.

P.S : F.Y.I : My whole day classes are only with him, along the afternoon. Can u imagine??


Peace and Best Regards,
Nedra

Rabu, 17 Agustus 2011

Waiting for Superman

Gue tidak memimpikan perkerjaan sebagai seorang guru
Karena kalo boleh jujur kadang gue suka gak sabar ngeliat begitu banyak anak, berisik di dalem satu ruangan mau sempit atau luas
Tapi kalo bisa memilih perkerjaan yang lebih gue suka, gue lebih memilih jadi Tour Guide.
Memang saat ini pun gue mengajar karena kebutuhan finansial gue pribadi..

Tulisan gue yang kali ini menjadikan gue merelakan diri gue untuk lebih concern kepada dunia pendidikan, dan lebih concern dari sebelumnya

Waiting for Superman bercerita tentang kebobrokan pendidikan di Amerika yang sepanjang ini kita melihat Amerika sebagai trendsetter dari segala bidang.
Misalnya aja, ketika gay or lesbian mulai menjadi sesuatu yang common di lingkungan sana, begitu juga di Indonesia dan gue pikir ditempat lain juga begitu.

Namun kalo kita tau tentang kisah Waiting for Superman ini, apa kita masi mau mengikuit Amerika sebagai tolak ukur kita??

Waiting for Superman, sebuah film dokumenter yang bikin gue sedih banget ngeliat pendidikan yang gak fair buat mereka.

Ada seorang anak yang orang tuanya gak punya uang buat melunasi uang sekolahnya. Di hari kelulusan anak itu gak boleh ikut ceremony kelulusan, padahal dia lulus dengan nilai yang baik.
Dimana hati mereka??
Apa salah anak itu??
Hati anak itu pasti sakit banget. Hanya karena dia gak punya uang, dia gak bisa ikut ceremony kelulusan dimana, kita sendiri selalu menantikan itu ketika kita lulus.

Yang lain tentang ketika mereka masuk university, cara buat mereka buat bisa lolos bukan karena kepandaian mereka, tapi karena nomer yang mereka pegang di tangan mereka saat ini.
Singkatnya seperti ini, Leon pegang nomer 19 dari 100 orang teman mereka, dan hanya 10 orang yang bisa dapen Golden Ticket buat masuk university. Cara mendapakatan Golden Ticket itu dengan muter nomer kayak main lotre. Itu gila
Cuma mengandalkan sebuah luck and just totally luck yang membuat mereka bisa masuk university.

Kalo kita bandingin sama Indonesia, yang punya kurikulum berlebihan dengan silabus mata pelajaran yang gak masuk akal buat anak SMA atau SMP sekali pun.
Kalo silabus itu diikuti persis dengan kurikulum yang ada,
F.Y.I setiap anak SMA bakal tidur jam 2 malem hampir setiap harinya karena tugas yang mereka harus kerjakan. Karena itu yang gue liat langsung dari adik gue,Jassie. Biasanya gue yang kuliah aja, tidur duluan daripada dia.
Kurikulum Indonesia itu berlebihan. Anak-anak Indonesia bakal rusak badan dan mentalnya karena tekanan dari pendidikan.

Untung aja sekarang sistem kelulusan gak kayak dulu, yang gak fair. Gue sedih banget waktu sahabat gue gak lulus, cuma karena nilai UAN matematikanya kurang. Padahal kita sama-sama berjuang, ngeles abis pulang sekolah.

Untungnya di Amerika juga, ada guru di suatu sekolah yang dengan suka rela mengajar dan membantu anak-anak mengerjakan PR sampe jm 11 malem.
Ada yang dengan terbuka menerima mereka yang pengen sekolah dengan umur berapapun..selama masih acceptable.
Dan Oprah Angel Association bantu mereka untuk menambah branch sekolah mereka.

Begitu juga dengan gue, dan gue yakin kalian yang membaca bisa membuka hati untuk bisa memberikan sedikit dari kita punya, seperti ilmu yang udah kita dapetin selama sekolah, kuliah, atau ikut kursus dan waktu kita juga pastinya.

Gue selalu terbuka mengajar mereka yang ingin belajar.
Dan gue lebih senang mengajar mereka yang mau belajar, walaupun mereka tidak pandai.
Karena sedikit dari kemajuan mereka membuat gue senang, bangga, karena paling gak gue mampu membantu dia untuk berkembang, that's it.




P.S : no offense.

Kamis, 04 Agustus 2011

Tulisan Abstrak : Lelaki dan Majalah lamanya

Lelaki ini terus melihat majalahnya yang sudah lama selesai terbit.. dan sudah lewat tanggal
Majalah ini berisi tentang seseorang yang telah mengisi hari-harinya
Kadang saya hanya ingin memanggil lelaki ini banci karena dia tidak dapat memulai majalah yang sudah bertahun-tahun berakhir
Sedangkan dia dapat berbicara banyak kepada orang lain untuk dapat memulai kembali majalah "hidup"nya masing-masing atau mungkin buku
Dia berbicara untuk orang lain supaya mereka mendengar
Namun ketika dia bicara dia tidak mendengar karena itu dia hanya diam di tempat
Saya merasa kasihan.. namun sepertinya dia juga hanya ingin diam di tempat
Tapi saya benci
Saya benci karena saya harus menjadi iklan di halaman terakhir majalahnya yang isinya tentang orang lain
Dimana saya sudah memulai menulis majalah saya tentang dia
Dan karena dia saya mulai menulis majalah"hidup"saya walaupun tidak terpikir akan membukukannya nanti
Dan saya benci karena saya hanya menjadi iklan terakhir.. apa arti iklan di halaman terakhir??
Tidak ada

Kadang saya ingin mengganti ke"lelaki"an itu dengan ke"banci"an
Karena untuk saya, dia bukan lelaki
Tubuhnya yang akhirnya membuat saya menyebutnya lelaki

Saya tidak bangga dengan dia
Namun saya juga tidak menyesal